Jasa Printing Kain Katun: Kenali Ciri Bahan Katun “Asli”

Kenali jasa printing kain katun yang asli

Jasa printing kain katun dapat membantu Anda untuk mencetak kerudung, syal atau scarf dengan bahan voal asli. Ya saat ini, karena bahan ini digandrungi dan disukai hampir oleh semua perempuan muda, maka beberapa oknum jasa printing pun mulai berulah. Mereka menawarkan hijab dengan menyatakan kainnya bahan katun, tapi nyatanya bukan. jasa printing nakal ini mengambil keuntungan di balik ketidaktahuan sesorang akan bahan voal.

Sebaiknya hal ini tidak terjadi pada Anda, karena tentu akan terasa kesal di hati. Lalu bagaimana dong caranya agar bahan voal yang kita beli benar-benar asli bukan “hoax”? hehehe. Sebelumnya Anda simak terlebih dahulu sejarah dari bahan voal baru kepada ciri-ciri bahan voal asli. Sebab rasanya tak afdol, jika Anda sendiri tidak tahu asal-usul bahan voal yang menjadi kain penutup kepala favorit Anda.

Sejarah Bahan Voal

Voal merupakan kata serapan dari bahasa Perancis yaitu voile. Arti dari “voile” yakni kain transparan tipis dan semi transparan. Kain di dipopulerkan oleh Jean Baptiste sekitar abad ke-13. Sedangkan seorang Jean adalah pemilik dan produsen kain linen. Oleh karena itu terkadang banyak yang terkecoh dengan kain linen. Apalagi jika Anda baru pertama kali mengenal kain linen maupun kain katun. Tentu kesulitan untuk mencari perbedaannya.

Jika Anda jeli, maka perbedaan pada bahan voal dan linen ini terletak pada besar benang yang digunakan, dan hitungannya. Bahan voal dapat dibuat dari variasi benang mentah campuran. Seperti polyester dengan katun, polyester sendiri, atau katun sendiri.  

Kain voal memiliki serat yang tidak terlalu rapat, karena ditenun dengan benang jarang-jarang. Sehingga menghasilkan kain semi transparan hingga transparan. Jadi apa bedanya kain katun dengan kain lain yang dijual sebagai voal palsu atau “hoax”?

Perbandingan bahan voal “asli” dan “hoax” alias “palsu”

Pertama, tekstur kain voal mirip dengan linen. Teksturnya seperti kain linen, yakni dengan susunan tenunan benang jarang. Berbeda dengan chiffon yang agak keriting dan miring seperti yang dimiliki kain satin.

Kedua, bahan voal umumnya ringan. Sebab, ditenun dengan benang jarang yang mengakibatkan wujud hijab voal memiliki tekstur yang tipis dan terawang. Namun jika dilipat tidak terawang lagi.

Ketiga, cetakan motif voal tembus hingga bagian belakang. Seperti yang diuraikan sebelumnya, bahwa bahan voal memiliki tekstur tipis yang menyebabkan cetakan motif terlihat hingga bagian belakang kain. Perhatikan hal ini, seringkali oknum pedagang menawarkan bahan katun yang motifnya tidak sampai ke belakang. Biasanya sering dibaurkan dengan kain BSY yang dibuat lebih tipis.

Keempat, kain voal lemas dan jatuh. Kain katun meski tidak licin, jika dipakai maka akan terasa jatuh dan mudah sekali dibentuk pada wajah. Jika Anda menemukan bahan voal yang mengembang maka itu adalah variasi dari bahan chiffon dan organdi. Anda dapat membandingkannya dengan meletakkan di bidang datar, seperti meja atau kursi.

Kelima, bahan voal ini tidak meninggalkan kesan “lengket” saat dipegang. Rasa lengket ini berasal dari tenunan benang yang agak keriting, seperti pada bahan Chiffon. Jangan sampai Anda tertipu. Kenali dengan baiik ciri bahan voal yang asli ya. Jika perlu, maka lebih baik Anda mencetak sendiri bahan katun di penyedia jasa printing kain katun yang saat ini sudah banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *